Successful BETHANY Parepare

'' SAVIOR '' The Need of Every Heart….

Memahami Temperamen

Posted by bethanypare pada 16 Oktober 2009

4 macam temprament

4 Macam Temperamen

SUARA WANITA (update bln Oktober)

Shalom,

Temperamen, apa yang ada di benak Sahabat Wanita ketika mendengar istilah ini? Apakah menurut Anda temperamen bisa disamakan dengan watak, karakter, atau sifat manusia? Ternyata tidak. Temperamen tidak sama dengan watak, karakter, atau pun sifat manusia. Lalu apa yang dimaksud dengan temperamen? Edisi e-Wanita kali ini akan menjawabnya.

Melalui edisi ini, kami ingin mengajak Sahabat Wanita sekalian untuk lebih memahami apa yang dimaksud dengan temperamen melalui kolom Dunia Wanita yang memuat sebuah artikel dengan judul “Apa Itu Temperamen”. Selain itu, tips tentang bagaimana bergaul dengan orang-orang yang memiliki temperamen yang berbeda dengan kita juga telah diselipkan. Karena itu, kami harap Anda mendapat berkat dari edisi ini dan semakin tertarik memahami masalah temperamen, salah satunya dengan menyimak edisi e-Wanita berikutnya, yang masih di bawah tema yang sama.

Selamat membaca dan Tuhan memberkati

————————————

Teriring salam dan doa,
Yohanna Prita Amelia
Pimpinan Redaksi e-Wanita

————————————

– RENUNGAN WANITA

KEMARAHAN

“Gadis Kristen yang baik tidak pernah marah” adalah sebuah kalimat yang pernah saya dengar ketika masih kecil. Orang-orang Kristen tidak pernah marah. Jadi jika saya merasa kesal, saya akan memendamnya. Saya ingat saat sedang bekerja, fotografer berita saya tidak mendapatkan jumlah gambar yang cukup untuk berita yang akan saya bawakan pukul 6. Saya sangat marah. Apakah saya mengatakan padanya, “Saya sangat kecewa. Lain kali, saya akan sangat menghargai jika kamu bisa mendapatkan jumlah gambar yang cukup tanpa saya minta. Saya akan mencoba mengingatkanmu, tapi saya kecewa karena berita saya jadi tidak sebagus yang seharusnya.”

Tidak. Sebaliknya, saya mengambil dompet, mengeluarkan uang receh, dan dengan segera pergi ke sebuah mesin penjual permen dan mengisap lima permen.

Saya sedang mencoba mengatasi kemarahan dengan makan sesuatu sebanyak-banyaknya dan melarikan diri, namun hal ini hanya meningkatkan kemarahan saya terhadap diri saya sendiri. Saya merasa sangat bersalah karena telah lepas kendali. Saya telah belajar bahwa kemarahan adalah salah satu emosi pemberian Tuhan. Jika saya marah, saya harus mengekspresikan dan melepaskannya.

Alkitab tidak berkata, “Jangan marah.” Alkitab berkata, “Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa.” Dengan kata lain, jangan memendam kemarahan. Hadapilah dan kemudian tidurlah.

Wanita yang baik bisa marah.

Bagaimana Anda menghadapi kemarahan dari hari ke hari? Jika Anda merasakan emosi tersebut keluar, bicarakan hal itu. Hadapilah kemarahan Anda.

“Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu.” (Efesus 4:26)

Diterjemahkan dan disesuaikan dari:
Judul buku: Food for the Hungry Heart
Penulis: Cynthia Rowland McClure
Penerbit: Thomas Nelson, Inc., Tennessee 1991
Tanggal Renungan: 6 Januari

______________________________________________________________________
– DUNIA WANITA

APA ITU TEMPERAMEN

Temperamen adalah kombinasi sifat-sifat yang kita warisi dari orang tua kita. Tidak ada seorang pun yang tahu di mana letak temperamen, tetapi tampaknya ia ada di suatu tempat dalam pikiran atau pusat emosi (sering dirujuk sebagai hati). Dari sana, bersama-sama dengan ciri-ciri manusia lainnya, dihasilkan penampakan dasar. Sebagian besar dari kita lebih menyadari ekspresinya daripada fungsinya.

Temperamen seseorang membuat ia ramah dan ekstrover, atau murung dan introver. Temperamen mendorong sebagian orang menyukai seni dan musik, sementara yang lain menyukai olahraga atau industri. Anak-anak yang lahir dari orang tua yang sama mungkin memunyai temperamen yang berbeda sama sekali (saya pernah bertemu musisi terkenal yang saudara kandungnya tidak tahu nada).

Temperamen bukanlah satu-satunya hal yang memengaruhi perilaku kita. Keluarga, pendidikan, jenis kelamin, dan motivasi juga besar pengaruhnya terhadap tindakan-tindakan di sepanjang hidup kita. Akan tetapi, temperamen mendominasi hidup kita tidak hanya karena ia memengaruhi kita pada awalnya, tetapi sebagaimana struktur tubuh, warna mata, dan ciri fisik lainnya, temperamen juga bersifat menetap dalam kehidupan kita. Seorang ekstrover tetap seorang ekstrover. Mungkin dia bisa mengurangi ekspresi ekstrovernya, tetapi dia akan selalu merupakan seorang yang ramah. Demikian juga, meskipun seorang introver dapat hilang sifat pemalunya dan bertindak lebih agresif, dia tidak akan pernah berubah menjadi ekstrover.

Temperamen menjadi garis pedoman perilaku setiap orang — pola-pola yang akan memengaruhi seseorang sepanjang hidupnya. Pada satu sisi adalah kekuatannya, dan di sisi lain adalah kelemahannya. Manfaat utama mempelajari empat temperamen dasar adalah untuk menemukan kekuatan dan kelemahan kita yang paling nyata, sehingga dengan pertolongan Allah kita dapat mengatasi kelemahan dan memanfaatkan kekuatannya. Dengan demikian, kita dapat mencapai tujuan hidup kita secara maksimal.

Temperamen, yang diturunkan melalui gen, jelas dipengaruhi oleh kejatuhan Adam. Itulah mengapa kita semua memunyai keinginan untuk melakukan yang baik, sementara pada saat yang sama memunyai dorongan untuk melakukan yang jahat. Rasul Paulus merasakan hal tersebut ketika menulis, “Sebab kehendak memang ada di dalam aku, tetapi bukan hal berbuat apa yang baik. Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat. Jadi jika aku berbuat apa yang tidak aku kehendaki, maka bukan lagi aku yang memperbuatnya, tetapi dosa yang diam di dalam aku.” (Rm. 7:18-20)

Paulus membedakan antara dirinya dan kekuatan yang tidak dapat dikendalikan yang ada dalam dirinya dengan menyatakan, “Bukan lagi aku yang melakukannya, tetapi dosa yang diam di dalam aku.” “Aku” dalam pribadi Paulus adalah jiwa, kehendak, dan pikiran manusia. “Dosa” yang tinggal di dalam dirinya adalah sifat manusia yang dia (seperti halnya semua manusia) warisi dari orang tuanya. Bagian dari sifat manusia itu adalah temperamen. Dalam hal ini, kemungkinan besar Paulus bertemperamen kolerik-melankolik. Dan meskipun Roh Kudus membuat banyak perubahan di dalam hidupnya, kemauannya yang kuat dan kecerdasannya yang tidak diragukan terlihat jelas dalam sepanjang hidupnya.

Sifat dasar yang kita warisi dari orang tua kita, oleh firman Tuhan disebutkan dengan banyak istilah, misalnya “manusia alami”, “daging”, “manusia lama”, dan “daging yang binasa”. Sifat dasar inilah yang menghasilkan dorongan-dorongan dasar dalam diri kita sementara kita memuaskan keinginan kita. Untuk memahami dengan tepat sifat dasar yang mengendalikan tindakan dan reaksi kita, maka kita harus membedakan antara temperamen, karakter, dan kepribadian.

Temperamen adalah kombinasi sifat-sifat bawaan sejak lahir yang di bawah sadar memengaruhi perilaku manusia. Sifat-sifat tersebut dibentuk secara genetis dalam basis bangsa, ras, jenis kelamin, dan faktor keturunan lainnya yang diturunkan lewat gen. Beberapa psikolog menyatakan bahwa kita mungkin mendapatkan gen dari kakek nenek kita sebanyak gen dari orang tua kita. Itulah mengapa beberapa anak-anak lebih mirip dengan kakek nenek mereka daripada dengan orang tua mereka. Penyebaran sifat-sifat temperamen tidak dapat diperkirakan sama seperti warna bola mata dan ukuran tubuh.

Karakter adalah diri Anda yang sebenarnya. Alkitab menyebutnya sebagai “manusia batiniah yang tersembunyi”. Karakter merupakan temperamen yang telah diubah karena masa kanak-kanak, pendidikan, sikap dasar, kepercayaan, prinsip-prinsip, dan motivasi. Kadang-kadang karakter disebut “jiwa”, yang terdiri dari pikiran, emosi, dan kehendak.

Kepribadian adalah ekspresi luar dari diri kita, yang bisa sama atau tidak sama dengan karakter kita, tergantung pada seberapa asli kita. Kepribadian sering kali merupakan bagian luar yang tampak menyenangkan dari karakter yang tidak menyenangkan atau yang lemah. Tindakan kebanyakan orang sebagian didasarkan pada pemikiran mereka tentang “bagaimana seharusnya seseorang menjadi”, dan bukan berdasarkan “siapa diri mereka yang sebenarnya”. Itulah penyebab kekacauan mental dan spiritual. Hal itu disebabkan karena keinginan seseorang mengikuti pendapat kebanyakan orang tentang perilaku yang dapat diterima. Alkitab mengatakan kepada kita, “Manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati,” dan “Dari hati manusia terpancarlah kehidupannya.” Tempat untuk mengubah perilaku adalah di dalam diri seseorang, bukan di luar dirinya.

Sebagai kesimpulan, temperamen adalah kombinasi sifat-sifat yang kita miliki sejak lahir; karakter adalah temperamen kita yang telah “diubah”; dan kepribadian adalah “wajah yang kita tunjukkan kepada orang lain”. Dari ketiganya, temperamenlah yang paling besar pengaruhnya terhadap perilaku kita.

Diambil dan disunting seperlunya dari:
Judul buku: Ketika Anda Merasa Salah Memilih Pasangan
Judul asli buku: Opposites Attract
Penulis: Tim LaHaye
Penerjemah: Dwi Prabantini
Penerbit: ANDI, Yogyakarta 2000
Halaman: 31 — 36

______________________________________________________________________
– WAWASAN WANITA

TIPS BERGAUL DENGAN ORANG YANG MEMILIKI TEMPERAMEN BERBEDA

Bergaul dengan Orang Sanguin

Orang sanguin umumnya adalah tipe orang yang suka bercerita. Karena itu, sediakan “telinga” Anda jika ingin menjadi teman baik mereka. Kadang, kalau kita mau mendengarkan, banyak cerita-cerita atau lelucon-lelucon menarik yang mereka lontarkan. Memang kadang mereka bisa menceritakan hal itu sampai berkali-kali (kita sampai bosan mendengarnya), tapi usahakan untuk menjadi pendengar yang baik.

Orang sanguin kelemahannya adalah pelupa, oleh karena itu jangan mudah sakit hati kalau mereka lupa menepati janji. Percayalah! Itu tidak mereka sengaja. Sekalipun sudah dinasihati berulang-ulang, mereka tetap saja mengulangi kesalahan yang sama, belajarlah untuk memaafkan dan menerima mereka apa adanya, karena tidak mudah bagi mereka untuk berubah. Intinya, jangan mudah sakit hati kalau janji-janji mereka kepada Anda tidak ditepati.

Anda bisa saja memberi masukan atau jalan keluar. Mereka pasti senang. Intinya, jika ingin menjadi teman baik bagi orang sanguin, jangan pernah mengkritik mereka dan menjatuhkan mereka di muka umum. Mereka paling benci diperlakukan seperti itu.

Bergaul dengan Orang Koleris

Orang koleris tidak peka, jadi kita jangan menuntut mereka berlebihan untuk selalu mengerti perasaan kita. Sifat mereka yang egois kadang membuat mereka cenderung lebih memikirkan dirinya sendiri. Kita perlu bersabar menghadapi mereka. Lebih baik kita berbicara dengan mereka secara langsung saja, karena mereka tidak suka bertele-tele dan berbicara “ngalor-ngidul” tidak karuan.

Orang koleris bukanlah pendengar yang baik, oleh karena itu jangan marah jika mereka sering tidak sabar mendengarkan semua “curhat-curhat” Anda. Bukan karena mereka tidak sayang dan tidak peduli, tapi mereka memang tersiksa kalau diminta mendengarkan. Pilihlah waktu yang tepat untuk bercerita. Misalnya waktu makan berdua saja. Kalau dia sedang memiliki banyak pekerjaan, jangan harap dia akan mendengarkan cerita Anda.

Banyak-banyaklah mengalah jika berteman baik dengan orang koleris. Karena jika Anda meminta mereka mengalah, sepertinya malah akan menjadi debat dan bersitegang urat leher. Intinya, Anda harus sabar menghadapi keegoisan dan ketidakpekaan mereka.

Bergaul dengan Orang Melankolis

Orang melankolis memiliki pembawaan pesimis. Jadi, apa pun selalu mereka pandang dari sisi negatif. Kalau ingin bergaul dengan mereka, coba mengerti sisi sensitif perasaan mereka. Sekalipun mereka pesimis, bukan berarti mereka tidak memiliki tujuan hidup. Mereka suka mendengarkan pendapat orang lain, jadi cobalah untuk memberi saran dan masukan pada mereka.

Kemudian, mereka adalah orang yang sangat menepati janji. Jadi kalau Anda ingin bergaul dengan mereka, belajarlah untuk menepati janji dan perkataan Anda. Misalkan Anda seorang yang pelupa, mintalah tolong pada mereka untuk mengingatkan Anda, mereka pasti senang sekali menolong. Kalaupun Anda ingin membatalkan, cobalah menghubungi mereka atau memberi tahu sebelumnya, supaya mereka tidak sakit hati dan kepercayaannya pada Anda hilang.

Karena mereka adalah orang yang tidak percaya diri, banyak-banyaklah memotivasi dan memberi semangat pada mereka. Pada dasarnya mereka cerdas, hanya membutuhkan motivasi dan diyakinkan saja. Usahakan jangan menertawakan mereka jika mereka gagal, tapi berilah kritik membangun. Mereka pasti senang menerima saran dan masukan.

Bergaul dengan Orang Phlegmatis

Sepertinya lebih mudah bergaul dengan orang phlegmatis, karena mereka tidak memiliki banyak keinginan. Walaupun begitu, kita tetap harus menaruh respek pada perasaan mereka. Mereka cenderung tertutup, jadi jangan pernah memaksa mereka untuk bercerita pada Anda. Jika mereka sudah merasa nyaman, mereka pasti akan bercerita.

Jika ingin bergaul dengan orang phlegmatis, usahakan untuk tidak mudah emosi melihat gaya mereka yang santai dan lamban itu. Terutama kalau sudah membuat janji, mereka jarang bisa tepat waktu, jadi maklumi saja. Kemudian mereka adalah tipe yang cinta damai, jadi jangan pernah meributkan hal-hal kecil. Kalaupun kita tidak suka dengan sikap mereka, lebih baik dibicarakan baik-baik, tidak perlu marah-marah di depan mereka. Percayalah! Mereka sangat menghargai persahabatan, bahkan lebih dari diri mereka sendiri.

Intinya, kita bisa menjadi sahabat untuk semua orang jika kita mengetahui cara untuk mengerti temperamen mereka dan bersikap tepat dan bijaksana. Semua temperamen itu baik. Tidak ada yang lebih dari yang lain. Jadi, kita perlu dewasa jika melihat perbedaan. Jadikan hal tersebut kekayaan dalam berhubungan.

Diambil dan disunting seperlunya dari:
Nama situs: T-More Online
Judul asli artikel: Tips Bergaul Dengan Orang yang Beda Temperamen
Penulis: Tidak dicantumkan
Alamat URL: http://www.tmore-online.com/tmore/content/rubric/37/362

______________________________________________________________________
– WOMEN TO WOMEN

HIDUP BARU

Kesaksian seorang perempuan yang mengalami pemulihan. “Sulit menjadi perempuan sekaligus pengungsi di saat yang bersamaan ….”

Banyak pengungsi di Sudan. Karena status, akhirnya mereka tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah maupun LSM. Banyak pula dari pengungsi di Sudan Utara adalah umat Kristen yang melarikan diri dari konflik berkepanjangan di Sudan Selatan. Mereka sulit bertahan di tengah tekanan.

Dua proyek OD tengah berlangsung untuk menguatkan para pengungsi, khususnya kaum perempuan yang harus menjadi tiang penopang dalam keluarga. Melalui kursus keterampilan, banyak kaum perempuan yang diperlengkapi untuk dapat menjadi tulang punggung keluarga. Mereka merintis usaha kecil seperti menjahit dan membuat barang-barang kerajinan. Berikut ini adalah kesaksian dari Mary. Hidupnya dipulihkan dan diubahkan setelah ia menerima bantuan dari proyek SED (Sosial Economic Development) Open Doors.

Ketika pertama kali Mary mengikuti kelas keterampilan Open Doors pada tahun 2002, ia tidak pernah membayangkan pelatihan (training) yang ia ikuti akan mengubah hidupnya. Mary tidak pernah menyelesaikan studi formalnya, namun ia dapat menjadi tulang punggung keluarganya. Mimpi menjadi kenyataan bagi Mary. Melalui pinjaman lunak sebesar 350 dolar Amerika yang diterimanya, Mary memulai sebuah usaha kecil yang lambat laun bertumbuh. Ia menjual barang-barang kebutuhan anak-anak dan baju-baju. Orang-orang di sekitarnya mengagumi keuletan Mary. Pertolongan Tuhan dan tangan kanan-Nya yang membawa kemenangan dirasakan Mary sangat berperan dalam kehidupannya. Mary adalah seorang perempuan yang rendah hati. Ia bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya. Sebagai penerima bantuan dari proyek SED Open Doors, Mary berusaha keras untuk bisa memenuhi kewajibannya. Terkadang ia harus pergi ke Mesir untuk membeli barang-barang baru yang bisa menunjang usahanya. Sebelum mengikuti training, Mary tidak pernah membayangkan ia bisa hidup tanpa bergantung kepada orang lain. Setelah selesai mengikuti training, Mary mengerti bagaimana seharusnya ia mengelola uangnya. Mary bahkan berencana untuk membeli sebuah mobil untuk memasarkan barang-barang dagangannya.

Mary adalah seorang perempuan yang tidak pernah berhenti belajar dan ia menginspirasi banyak kaum perempuan untuk bergabung dengan training-training yang diadakan oleh Open Doors. “Saya belajar banyak hal melalui kursus dan training Open Doors,” ujar Mary. “Menurut saya, talenta berbisnis adalah pemberian Tuhan,” tambahnya.

Pokok Doa
1. Berdoalah bagi Mary agar Tuhan terus menguatkan imannya.
2. Berdoalah agar Mary dipakai Tuhan menjadi garam dan terang di tengah komunitasnya, khususnya di tengah kaum perempuan.
3. Berdoalah bagi usaha Mary agar Tuhan terus memberkati usaha dan jerih lelahnya.
4. Berdoalah agar seiring bertumbuhnya usaha yang dirintis Mary, imannya juga terus bertumbuh.

Catatan: Women to Women adalah pelayanan kaum perempuan Open Doors,
menggerakkan kaum perempuan untuk berdoa dan melayani kaum perempuan
dari gereja yang teraniaya. Hubungi Open Doors
< http://www.opendoors.org/ > hari ini untuk mendapatkan informasi
dan keterangan bagaimana pelayanan kaum perempuan di gereja Saudara
dapat dikuatkan dan diberkati melalui kesaksian dari kaum perempuan
dari gereja yang teraniaya.

Diambil dan disunting seperlunya dari:
Nama buletin: Open Doors, Januari — Februari 2009
Penulis: Tidak dicantumkan
Halaman: 10 — 11

Sorry, the comment form is closed at this time.

 
%d blogger menyukai ini: